Pendidikan seks masih jadi hal yang tabu untuk sebagian besar orang tua di Indonesia. Padahal pendidikan yang satu ini penting sekali supaya anak-anak bisa lebih memahami bagian tubuhnya, selalu hidup sehat, serta terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan untuk kedepannya.

Menurut GEM [Global Education Monitoring] yang dilakukan oleh UNESCO, hanya sekitar sepertiga orang berusia 15 hingga 24 tahun yang mempunyai pengetahuan komprehensif perihal pencegahan serta penularan virus HIV. Serta ada sepertiga kasus infeksi virus HIV baru di usia muda, di 36 negara yang berpenghasilan menengah dan rendah.

Selain itu juga, internet dan social media telah membuka keran berbagai bentuk pelecehan verbal, juga pornografi, namun hal ini tidak dibarengi dengan pendidikan seks yang benar dan tepat. Pendidikan seks di Indonesia pada umumnya masih berupa bab soal sistem reproduksi, belum manjadi kurikulum nasional khusus. Para orang tua mau tak mau harus memberi edukasi ini kepada buah hatinya di rumah.

Mungkin mengajarkan buah hati tentang istilah medis alat kelamin terdengar mengerikan. Akan tetapi hal itu bisa membuat komunikasi lebih gampang dalam pendidikan seks. Hindari menggunakan kata pengganti yang imut saat anak sudah remaja.

Orang Tua Perlu Bahas Hubungan Seks untuk Remaja

Pendidikan Seks 1

Mungkin orang tua masih bingung tentang apa yang dibahas ketika memberi pendidikan seks untuk anaknya ketika beranjak remaja. Tapi tak harus pusing, lantaran ada beberapa hal yang dapat dibahas oleh orang tua.

Pendidikan Seks 2

Bukan hal yang aneh saat remaja berupaya mencaritahu bagaimana rasanya mempunyai kekasih. Sebagai orang tua, anda harus membimbing mereka dalam membina hubungan yang sehat dan memberi pemahaman pentingnya berhubungan seksual dengan orang yang tepat karena hal itu merupakan sesuatu yang amat spesial.

Pendidikan seks, selain membicarakan tentang bagaimana hubungan menjalin kekasih yang sehat serta pasangan yang pas, para orang tua pun juga bisa membicarakan tentang pengambilan keputusan yang tepat dibawah pengaruh lingkungan serta juga bagaimana menyikapi pasangan jika dia ingin coba melakukan hubungan seks diluar nikah.

Pendidikan Seks 3

Tak ada salahnya jika orang tua mengenalkan kepada anak mereka tentang beberapa alat kontrasepsi serta bagaimana hubungan seks diluar pernikahan bisa menimbulkan resiko yang tak diinginkan dan merusak masa depan.

Para orang tua juga harus membahas tentang berbagai penyakit yang bisa menular ketika melakukan hubungan seks dan juga waktu yang pas ketika melakukan hubungan intim tersebut.

Pendidikan Seks: Mengenal Kondom dan Cara Memakainya

Pendidikan Seks - Cara Pakai Kondom 1

Memakai kondom bisa digunakan sebagai salah satu alat kontrasepsi andalan untuk mereka yang masih menunda mempunyai anak. Ketimbang jenis alat kontrasepsi yang lain, kondom cenderung mudah dipakai dan dapat ditemukan di berbagai supermarket, toko swalayan, atapun apotek.

Meskipun begitu, nyatanya ada juga orang yang belum tahu bagaimana cara pakai kondom dengan benar. Jika salah pasang, kondom dapat membuat kalian ‘jebol’ atau bahkan menaikkan resiko Infeksi Menular Seksual [IMS].

Menggunakan kondom sebelum melakukan hubungan intim sebenarnya mudah sekali. Tapi, saking gampangnya, banyak orang menyepelekan hal ini. Bukannya mencegah kehamilan, kondom yang tak terpasang dengan baik justru bisa saja bocor serta meningkatkan potensi terjadinya kehamilan.

Agar tak salah langkah, dibawah ini merupakan cara menggunakan kondom dengan benar

Pendidikan Seks - Cara Pakai Kondom 2

Kondom juga mempunyai tanggal kadaluwarsanya dan inilah yang wajib diperhatikan. Kondom yang telah melewati tanggal pakai tentunya tak layak digunakan lantaran cenderung mudah sobek atau pecah.

Kondom yang banyak dijual di pasaran telah melewati berbagai uji medis dan tes tentang kekuatan serta efektivitas produk. Oleh karenanya, resiko kondom bocor ketika masih terbungkus kemasan biasanya lebih rendah.

Pendidikan Seks - Cara Pakai Kondom 3

Biasanya pada ujung plastik bungkus terdapat tanda panah yang memperlihatkan dimana kalian perlu mengawali sobekan. Hindarilah membuka bungkus tersebut memakai gunting atau gigi.

Pendidikan Seks - Cara Pakai Kondom 4

Kamu bisa menahan ujung kondom dengan memakai jempol dan jari telunjuk. Bagian ujung tersebut adalah tempat yang nanti bakal menampung cairan sperma. Menekan ujung tersebut juga bakal mengempiskan sisa udara, sampai nantinya meminimalisir resiko kondom bocor.

Pendidikan Seks - Cara Pakai Kondom 5

Sembari menahan ujung kondom, kalian harus menggulung kondom hingga membungkus semua batang penis. Harus pastikan kondom tersebut menutupi hingga pangkal penis.

Kemudian setelah ejakulasi, penting untuk kalian segera melepas kondom tersebut dengan benar. Berhati-hatilah, melepas kondom secara asal-asalan juga dapat membuat kondom itu bocor serta justru meningkatkan resiko terjadinya kehamilan.

Pasca selesai ejakulasi, penis masih tetap dalam keadaan ereksi, kalian bisa pegang kondom itu pada pangkal penis sambil menarik penis keluar vagina. Lalu lepaskanlah kondom kemudian bungkus kondom memakai tisu sebelum kalian buang ke tempat sampah.

Kalian harus ingat bahwa, tiap kondom hanya dapat dipakai sekali. Menggunakan kondom secara berulang bisa menurunkan fungsi dari kondom itu sendiri ketika menampung cairan mani. Hasilnya, resiko kehamilan serta penyakit infeksi seksual lebih meningkat.

Kondom Anak Muda

Pendidikan Seks Anak Muda

Kondom Fiesta adalah kondom yang sesuai dengan lifestyle generasi muda, kekinian, fun, dan juga fokus pada menyenangkan pasangan. Satu hal yang lebih penting, Fiesta selain fokus untuk memberikan kenikmatan saat berhubungan intim juga memikirkan kesehatan seksual.

Kamu juga akan tambah yakin sebab Kondom Fiesta ini merupakan kondom impor dan diproduksi dengan standar tertinggi internasional. Jadi Kamu tidak perlu ragu lagi dengan kualitas dan kenikmatan yang diberikan. Lebih pentingnya lagi, kondom ini sudah lolos tes uji sehingga sangat aman untuk digunakan dalam bercinta.

Kondom merupakan suatu alat kontrasepsi yang dipakai ketika berhubungan seks guna mencegah atau menunda kehamilan. Kemudian, siapa yang boleh menggunakannya?

Sekarang yang diperbolehkan memakai kondom ialah semua pria dewasa. Dahulu, hanya para suami karena pada pada awalnya kondom diperkenalkan melalui progam Keluarga Berencana [KB]. Tujuannya tidak lain ialah membuat keluarga bahagia.

Kondom kini mudah sekali didapatkan di berbagai tempat. Tidak hanya apotik, banyak juga toko-toko yang menjual kondom, ditaruh di dekat kasir karena ukuran packnya yang kecil.

Pendidikan seks kepada anak muda penting sekali dilakukan, sebab secara psikologis, mereka tertarik melakukan berbagai hal baru. Jika tak dibimbing dengan benar, para remaja tersebut akan terjebak ke beberapa hal negatif. Contohnya melakukan hubungan intim diluar pernikahan, yang dapat merusak masa depan mereka.

Selain mencegah penularan HIV/AIDS serta beberapa penyakit seksual yang menular, edukasi seks terhadap remaja bertujuan juga untuk menyadarkan resiko seks diluar nikah. Pendidikan seks tersebut juga dapat menjadi bekal untuk mereka saat berumah tangga suatu hari nanti. Karena, hubungan seks yang sehat dapat membantu membuat keharmonisan didalam keluarga.

Dasarnya, tujuan inti sosialisasi pemakaian kondom untuk remaja ialah memberikan info serta pendidikan seks yang benar dan tepat, bukan membagi-bagikan kondom dengan gratis dengan tujuan mendukung hubungan seks diluar nikah.

Ada kekhawatiran bahwa edukasi seks bisa mendorong para remaja tersebut untuk melakukan hubungan seks. Tapi sebetulnya, aktivitas ini adalah gerakan bersama guna melindungi anak muda agar mereka mampu melindungi diri.

Perlu diakui bahwa, pendidikan seks efektif untuk menurunkan angka kehamilan yang tak direncanakan. Ngga tahu, kirain ngga apa-apa, aku ngga ngerti, dan lain-lain harusnya tidak lagi menjadi alasan karena sudah mendapatkan pendidikan seks. Harapannya pendidikan seksual akan mampu menurunkan angka kejadian virus menular HIV dan non HIV di Indonesia.

Reproduksi adalah suatu proses yang menjadi tanggung jawab secara bersama-sama antara pria dan wanita, oleh sebab itu kita semua harus memahami dengan betul aspek-aspek seksual dan kesehatan reproduksi.