Alasan Perlu Menghindari Sexting – Kabar terkait maraknya video, foto, maupun pesan teks yang memiliki unsur sensual yang beredar, semakin banyak dilaporkan. Perilaku ini banyak dilakukan oleh remaja yang sedang menjalin hubungan asmara. Tak hanya dengan pasangan, bahkan sexting bisa saja dilakukan walaupun hanya dengan teman dekat.

Ada beberapa konsekuensi yang dihadapi oleh para pelaku sexting. Salah satunya adalah tersebarnya konten pribadi pada ranah publik. Tapi, masih ada beberapa konsekuensi lain yang bisa saja dialami oleh para pelakunya.

Memang, ada beberapa penelitian yang membuat orang mempersepsikan sexting secara positif sebagai bentuk komitmen dalam cinta. Kegiatan ini sangat pas dilakukan oleh pasangan suami-istri yang sedang melakukan hubungan jarak jauh atau long distance relationship.

Bagi pasangan suami-istri, tentu perilaku ini akan semakin membuat kehidupan rumah tangga semakin bergairah. Suami yang menggoda istri atau bisa juga yang sebaliknya melalui pesan singkat. Bisa juga digunakan sebagai sarana foreplay sebelum melakukan hubungan seksual.

Ini tentu akan membuat hubungan keduanya akan semakin erat. Beda halnya jika perilaku atau aktivitas ini dilakukan oleh remaja yang bahkan belum merupakan pasangan yang sah. Hasilnya akan berbeda.

Apa Itu Sexting?

Sexting percakapan mesra

Sebelum mengetahui lebih dalam tentang perilaku ini, ada baiknya untuk mengetahui definisi dari aktivitas yang di era gadget ini semakin marak dilakukan oleh pasangan sah maupun pasangan yang masih belum memiliki ikatan resmi.

Sexting berasal dari dua gabungan kata; sex dan texting. Jika demikian, bisa diartikan bahwa ini merupakan suatu aktivitas atau perilaku mengirim pesan teks, foto, video, melalui ruangan chat yang mengandung unsur sensual.

Aktivitas ini seringkali ditemukan pada aplikasi cari jodoh dan bahkan melalui media sosial pribadi masing-masing orang. Biasanya, mereka mengirim foto pribadi yang mengandung unsur sensual kepada orang lain atau orang yang merupakan pasangannya.

Hal ini dilakukan dengan tujuan melakukan hubungan seksual secara virtual. Bahkan ada yang menganggapnya sangat efektif untuk meningkatkan gairan pengirim dan juga penerimanya.

Apakah Benar Sexting Bentuk Komitmen Cinta?

Bagi pasangan yang sudah sah dan memang melakukan hubungan jarak jauh, tentu ini juga merupakan bentuknya. Akan tetapi, berbeda halnya jika yang melakukan adalah dua sejoli yang belum memiliki ikatan apa-apa. Aktivitas ini, bisa saja terjadi lantaran beberapa hal yang akan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Ditekan oleh pasangan

Ada kemungkinan besar, salah satu pihak yang memaksa pihak lain untuk mengirimkan foto, video, atau terkadang sekadar emoticon yang berbau seksual. Tentu, ini merupakan toxic relationship yang tidak ada seorangpun menginginkannya.

  1. Bercanda

Selain ditekan, terkadang juga dari pihak pengirim maupun penerima hanya sekadar bercanda saja. Biasanya, candaan ini dikenal dengan permainan truth or dare.

  1. Pemerasan

Dalam beberapa laporan, ada yang mengatakan kalau foto, video, dan pesan yang berbau seksual akan digunakan untuk memeras si penerima. Hal ini dilakukan oleh pengirim kepada penerimanya untuk mendapatkan uang dengan cara memerasnya.

  1. Bullying

Juga ada banyak laporan yang mengatakan kalau aktivitas ini dilakukan untuk mempermalukan pihak penerima. Apalagi saat hubungan antar keduanya berakhir. Biasanya pengirim akan mempermalukan penerima dengan menyebarkan foto pribadinya.

  1. Godaan bagi penerima

Ada juga yang beralasan, orang yang mengirimkan foto, video, ataupun teks dengan unsur sensual hanya untuk menggoda pasangannya saja. Atau bisa juga dikirim ke orang yang oleh pengirim dianggap berpotensi menjadi pasangannya.

Akan tetapi, sebenarnya kerugian bisa saja terjadi pada kedua pihak; pengirim maupun penerima. Foto pribadi, seharusnya tidak dikirimkan melalui media sosial yang notabene terhubung dengan internet.

Perkembangan kejahatan siber berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. Jika sewaktu-waktu kena apes, maka foto pribadi dari kedua belah pihak bisa saja diretas oleh pihak ketiga. Dan ini tentu bisa dijadikan alat untuk memeras keduanya.

Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang mesti kamu ketahui tentang mengapa perilaku atau aktivitas ini perlu dihindari.

Mengapa Sexting Perlu Dihindari?

Ada beberapa alasan mengapa aktivitas ini perlu kamu hindari. Memang, kegiatan ini terasa mengasyikkan saat jatuh cinta. Akan tetapi, masih ada konsekuensi yang mengintai ditengah keasyikan tersebut. Berikut ini merupakan konsekuensi yang bisa saja diterima oleh kedua belah pihak jika melakukan aktivitas ini:

  1. Dibuat Malu

Foto maupun video yang pernah kamu kirimkan, bisa saja menjadi sarana balas dendam dari orang yang tidak menyukaimu untuk membuat kamu malu. Itu bisa dari teman maupun mantan pasangan yang telah lalu.

Konten tersebut, bisa saja disebar agar bentuk tubuhmu bisa menjadi konsumsi publik. Dan tentu, ini merupakan konsekuensi dari aktivitas mengirim pesan dengan unsur sensual yang pernah kamu lakukan.

  1. Perisakan

Saat konten sensualmu tersebar, tentunya kemungkinan kamu mengalami perisakan oleh orang lain sangat terbuka lebar. Kamu bisa saja mendapatkan perilaku intimidatif dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi, dalam beberapa kasus, konten sensual pribadi beberapa orang yang tersebar, bisa menyebabkan depresi yang lumayan berkepanjangan. Dan sangat butuh waktu untuk bisa menyembuhkannya.

  1. Sexting Menurunkan Rasa Percaya Diri

Bagi seseorang yang konten pribadinya telah tersebar dan menjadi konsumsi publik, akibat yang akan dirasakan adalah menurunnya rasa percaya diri. Ketika tersebar, pelaku aktivitas ini akan selalu menyalahkan dirinya sendiri.

  1. Sexting bisa Sebagai Pelecehan Seksual

Setelah konten pribadi seseorang tersebar, risiko menjadi korban pelecehan seksual prosentasenya sangat tinggi. Nantinya, pemilik konten tersebut akan rawan menjadi mangsa para penjahat kelamin atau bisa juga seorang predator seks.

  1. Terjerat Hukum

Dalam beberapa kasus menyebarnya konten pribadi yang berbau seksual, akan dikenai undang-undang pornografi seperti yang pernah terjadi beberapa waktu belakangan ini. Wajah yang ada di dalamnya, biasanya akan terjerat oleh hukum dan diberikan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Jika kamu tidak ingin mengalami beberapa hal yang menjadi konsekuensi dari mengirim dan menerima konten pribadi dengan unsur sensual ini, maka lebih baik memilih jalan untuk menghindarinya.

Kalaupun terpaksa, diharapkan untuk melakukannya secara aman. Misalnya dengan tidak menggunakan emoji, menciptakan fantasi seks dengan pasangan dengan membuat suasana sendiri untuk memuaskan diri, tidak dengan paksaan, konten tanpa tampilan wajah, dan juga melakukan penghapusan jejak sexting setelah melakukannya.

Ini sangat bermanfaat untuk menjaga privasi dan juga keamanan dari kedua belah pihak. Risiko bocornya informasi di era yang sudah canggih seperti ini, potensinya sangat besar. Lakukan beberapa saran di atas untuk bisa mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Sexting bagi pasangan yang sudah menikah memang cukup seru, memberikan sensasi tambahan apalagi bagi yang sudah cukup lama menikah. Tapi seru juga bisa didapat dengan mudah hanya dengan menggunakan kondom Fiesta. Selain hubungan seksual lebih fun, pasti juga lebih aman. Coba pakai Fiesta Max Dotted yang jadi favorit wanita di Indonesia. Bintilnya lebih besar sehingga memberikan stimulasi lebih maksimal ketika bercinta. Bercinta pasti jadi lebih seru. Kondom Fiesta juga telah terbukti menjadi favorit anak muda karena kualitasnya yang sangat baik. Dapatkan segera hanya di fiestacondoms.com.